Burung enggang terbang melara
Hinggap mari di balik paya
Senyuman dibibir penyejuk jiwa
Pencetus inspirasi mengukir karya.
Pohon cendana buah kepayang
Dihias cantik di dalam sarang
Teman tertawa mengisi ruang
Teman menangis milik seorang.
Cantik manis si gadis desa
Siulan teruna tepi jalanan
Indah budi kerana bahasa
Jadi ingatan dalam sanjungan.
Indah melati dalam jambangan
Di sunting dara jadi hiasan
Bertemu berpisah adat kehidupan
Nilai persahabatan bukan cagaran.
Hinggap merpati di tepi bendang
Mencarik padi di bawa terbang
Biar terpisah menghilang pandang
Hilang di mata di hati sayang.
Burung jelatik buah kepayang
Jadi hidangan diwaktu senja
Hendak menangis menangislah sayang
Usah dipendam membawa lara.
Indah merpati menguak suram
Cahaya nan indah membelah maya
Teguhkan hati pahat iltizam
Takkan rapuh menempuh duga.
Burung nuri terbangnya rendah
Patah sayapnya tepi telaga
Hati umpama ladang nan indah
Peliharalah ia harta berharga.
Berarak mega balik pawana
Gugur daunan bayu menujah
Melayu baru tenang mindanya
Takkan gentar arus menerjah.
Cindai menari balik seroja
Kuntum menanti gugur ke taman
Budimu tuan hamba tak lupa
Jadi ingatan dalam lipatan.
Hinggap kedidi di balik lurah
Janganlah daun menghilir tamu.
Manis senyummu setenang wajah
Kasih tertumpah di wajah ayu.
Padi huma dipinggir kali
Tumbuh rumbia tepi kelisa
Usah dipanjang rajukmu teman
Kelak merosak hati dan jiwa.
Seikhlas hati…
Sunday, May 22, 2011
Andai Bisa
Anda bisa diundurkan waktu... pasti banyak perkara yang ingin diperbetulkan. Yang bengkok akan diluruskan...yang kusut boleh dileraikan....yang buntu dapat dihuraikan.... Namun itu semuanya tak mungkin kan berlaku. Sebabnya?? Hidup ini adalah pilihan... Apa yang berlaku hari ini adalah pilihan yang kita tentukan sendiri. Setiap dari kita berhak untuk menikmati nikmat hidup yang dipinjamkan kepada kita.... Andai kita memilih untuk hidup dalam kesedihan.. maka kesedihan dan kemurunganlah yang akan menghimpit diri kita.... Namun mampukah kita tersenyum selamanya sedangkan hati sentasa bermuram durja... Kata orang... "Senyum adalah penawar yang paling mujarab".Pilihan ditangan kita. Pastinya andai diberi kekuatan biarlah aku memilih untuk 'tersenyum' selamanya... agar insan disekelilingku mampu tersenyum bahagia.
"Hai hati...izinkan aku untuk terus tersenyum puas..seindah suria yang memancarkan cahayanya..
Hai hati... biarkan aku tersenyum indah...seperti rembulan menyinari malam.....
Hai hati ...sehiba mana jua kamu....aku ingin tersenyum untuk dunia..."
Andai semalam kita memilih untuk berduka....maka cubalah untuk memilih bahagia hari ini....
Andai semalam kita memilih untu menyendiri... maka kita boleh membina persahabatan esok hari....
Andai semalam kita tidak mempercayai sesiapa... maka belajarlah untuk memberi ruang kepercayaan itu untuk seseorang..
Setiap dari kita belajar dari pengalaman...Tak kiralah pengalaman diri sendiri atau pengalaman insan sekeliling kita... semoga ia mampu jadi ilmu yang mematangkan kita. Ada orang merasakan dunia tidak adil kerana menduganya dengan pelbagai cabaran... Namun bagiku...pengalaman itu satu cabang ilmu...Ilmu yang tak mampu kita temui digedung ilmu. Bagaimana kita melalui dan mengutip segala pengajaran yang berlaku... terpulang kepada diri sendiri...Pengalaman hidup menjadikan kita lebih tabah... kerana sesuatu ujian yang berlaku itu sebenarnya menyedarkan kita agar tidak alpa dengan kejayaan hidup... Pokok pangkalnya kalau kita redha dengan apa yang berlaku segalanya akan jadi lebih mudah....Allah tidak akan menduga makhluknya lebih dari batas keupayaannya....
Peace begin with smile.
Berbicara dengan pena adalah aku..
Rafidah Kirman
"Hai hati...izinkan aku untuk terus tersenyum puas..seindah suria yang memancarkan cahayanya..
Hai hati... biarkan aku tersenyum indah...seperti rembulan menyinari malam.....
Hai hati ...sehiba mana jua kamu....aku ingin tersenyum untuk dunia..."
Andai semalam kita memilih untuk berduka....maka cubalah untuk memilih bahagia hari ini....
Andai semalam kita memilih untu menyendiri... maka kita boleh membina persahabatan esok hari....
Andai semalam kita tidak mempercayai sesiapa... maka belajarlah untuk memberi ruang kepercayaan itu untuk seseorang..
Setiap dari kita belajar dari pengalaman...Tak kiralah pengalaman diri sendiri atau pengalaman insan sekeliling kita... semoga ia mampu jadi ilmu yang mematangkan kita. Ada orang merasakan dunia tidak adil kerana menduganya dengan pelbagai cabaran... Namun bagiku...pengalaman itu satu cabang ilmu...Ilmu yang tak mampu kita temui digedung ilmu. Bagaimana kita melalui dan mengutip segala pengajaran yang berlaku... terpulang kepada diri sendiri...Pengalaman hidup menjadikan kita lebih tabah... kerana sesuatu ujian yang berlaku itu sebenarnya menyedarkan kita agar tidak alpa dengan kejayaan hidup... Pokok pangkalnya kalau kita redha dengan apa yang berlaku segalanya akan jadi lebih mudah....Allah tidak akan menduga makhluknya lebih dari batas keupayaannya....
Peace begin with smile.
Berbicara dengan pena adalah aku..
Rafidah Kirman
Kau Ada Aku
Teman,
Ada duka diwajahmu tika mentari berlabuh...
Rembulan yang berseri bagai tidak memberi erti..
Cahayamu yang bertebaran jadi sepi...
Keindahan lanteramu lesu tak bertepi...
Aku kebingungan menyuntik inspirasi...
Teman,
Ada duka diwajahmu tika malam mengheret waktu
senyuman yang dihampar jadi berkecai...
Bersama luruhnya perasaan yang tergambar....
Kudrat apakah mampu kuresapkan dijasadmu....
Temanku.....
Apalah daya seorang aku...
andai bisa ditukar ganti biarlah dukamu jadi pengganti...
namun untuk menyaksi wajah dukamu walau dalam ilusi
bagai terhiris belati...
andai mampu biarlah bahagia itu milikmu yang hakiki....
Teman
Aku selalu ingin menjadi bahu agar bisa dijadikan tempatmu bersandar...
tapi semampu bisa ku usir dukaku sendiri....
Aku selalu ingin menjadi lilin yang menerangi kegelapanmu...
walau jalanku kabur dipandangan.....
Aku sentiasa mahu mendengar setiap keluh kesahmu...
biar resah hatiku terlipat kemas dalam dakapan waktu...
Aku sentiasa mahu melihat kau tersenyum bahagia..
kerana itu cukup bermakna bagiku.....
Aku selalu mahu jadi diari catatanmu.
agar terlakar segala kisah suka duka dikanvasku...
Aku mahu kau tahu.....kau ada aku....
Catatanku,
Awok 21052011 10.15pm
Ada duka diwajahmu tika mentari berlabuh...
Rembulan yang berseri bagai tidak memberi erti..
Cahayamu yang bertebaran jadi sepi...
Keindahan lanteramu lesu tak bertepi...
Aku kebingungan menyuntik inspirasi...
Teman,
Ada duka diwajahmu tika malam mengheret waktu
senyuman yang dihampar jadi berkecai...
Bersama luruhnya perasaan yang tergambar....
Kudrat apakah mampu kuresapkan dijasadmu....
Temanku.....
Apalah daya seorang aku...
andai bisa ditukar ganti biarlah dukamu jadi pengganti...
namun untuk menyaksi wajah dukamu walau dalam ilusi
bagai terhiris belati...
andai mampu biarlah bahagia itu milikmu yang hakiki....
Teman
Aku selalu ingin menjadi bahu agar bisa dijadikan tempatmu bersandar...
tapi semampu bisa ku usir dukaku sendiri....
Aku selalu ingin menjadi lilin yang menerangi kegelapanmu...
walau jalanku kabur dipandangan.....
Aku sentiasa mahu mendengar setiap keluh kesahmu...
biar resah hatiku terlipat kemas dalam dakapan waktu...
Aku sentiasa mahu melihat kau tersenyum bahagia..
kerana itu cukup bermakna bagiku.....
Aku selalu mahu jadi diari catatanmu.
agar terlakar segala kisah suka duka dikanvasku...
Aku mahu kau tahu.....kau ada aku....
Catatanku,
Awok 21052011 10.15pm
Subscribe to:
Posts (Atom)