Sunday, August 14, 2011

Sebuah Kerinduan


Saat Ramadhan menjengah hari ke 14....
Rasa itu bertandang lagi...
Menjeruk rasa hiba dan pilu...
Sebuah kerinduan bertamu lagi...

Kepulanganmu kutagih
Menjenguk wajah tua yang menantimu..
Aku tahu biar mereka tidak meluahkan..
Dilubuk hati tua itu begitu merinduimu...
Dalam kemarahan itu ada rindu yang menggamit...
Kerna antara rindu dan marah itu tiada sempadan yang memisahkannya.
Begitulah antara kau ,aku dan dia...

Ada yang pernah menyampaikan...
Bahawa jasadmu telah bersatu dengan tanah..
Namun tunjukkan aku tanda agar resah hati ini dapat kulenturkan..
Biar jiwa ini tidak terus menanti kepulanganmu...
Kata orang jika kita merindukan seseorang...
Kerinduan yang sama yang turut dirasakan...
Sebuah harapan yang kuanyam biar jadi nyata...

Andai dirimu telah berjaya...
Bukan kekayaan yang diharapkan..
Andai dirimu tersungkur lagi dikaki tangga...
Akan ada tangan yang menghulur untuk membantu
Andai benar dirimu telah tiada...
Hanya sekalung doa yang mampu kuhulurkan...

Bagaimana aku bisa memadam ingatanku padamu..
Sedangkan menuturkan namaku mengingati aku padamu
Kerna dalam namaku terukir namamu...

Aku begitu merinduimu....
Sahabat waktu kecilku sedarah sedaging.....


Salam Kerinduan,
14 Ramadhan 1432H


Sunday, June 19, 2011

11 hari lagi....

30 Jun bakal muncul lagi dalam hidupku... Pasti aku tidak pernah melupakan tarikh ini biar tahun berganti tahun.... Teman, aku akan tetap mengenang dirimu walaupun tiada kenangan itu darimu untukku... Kau, kenangan lalu dan persahabatan kita akan tetap utuh dalam lipatan kenangan yang paling dalam. Aku sedar aku bukan siapa-siapa untuk kau ingat apatah lagi untuk kau kenang dalam kehidupanmu kini.


Walaupun penat mempertahankan, melupakan itu tetap satu kepayahan. Seandainya jika tiada sezarahpun ingatanmu padaku, cukuplah kau tahu aku pernah menjadi temanmu tika dulu. Teman yang sanggup buat apa saja untukmu. Bukan niat mengungkit apatah lagi menunjuk kebaikan... Cuma terbit sesalan yang tidak berkesudahan. Satu rasa yang gagal dirungkai jawapan. Rasa sebak itu bagai menjerut tangkai hati...bagai ditusuk belati... Terkilankah yang bersarang atau hanya perasaan yang menghantui fikiran.

"....Yang terguris tak nampak dimata
Yang terhiris terluka
Sesekali terbit air mata
Tahan sebak didada ......"
Pernah rasa terkilan dan marah menyelubungi jiwa....kerana pertuduhan yang menjatuhkan aib...namun membencimu aku tak mampu... Memang betul kata mak ' aku kalau sayang kat kawan... aku buat apa saja untuk dia'. Akhirnya aku perlu sedar diri apa yang aku buat untukmu tak seberapa untuk dikenang. Kau dan aku kini dua dunia yang berbeza.... Seandainya Tuhan pertemukan kita nanti mampukah aku bersuara meluah gejolak rasa yang bersarang dalam jiwa...Bimbang terlalu lama.. bisa menjadi benah yang membinasa.. Jawapan sudah pun kau temui... aku hanya mampu menyusun bait-bait yang indah diatas kertas... namun aku bukanlah pendeklamasi yang gagah berbicara.....

Andainya kau tahu apa alasan aku tidak mahu jauh darimu tika dirimu jatuh tersungkur.... mampukah ia mengubah apa yang telah berlaku tika ini... Ia tidak akan merubah apa yang tersurat dmuka bumi ini... Seandainya kau tidak tersungkur tika itu...aku pasti kau tetap akan pergi tinggalkan aku... Kata orang kalau masa boleh diundur pasti hidup ini akan lebih indah jadiinya. Namun yang tersirat telah pun tersurat... segalanya telah tertulis begini...

' Aku tidak akan meninggalkanmu sewaktu kau tidak berdaya.... '

Aku tahu kau tidak akan membaca apa yang aku luahkan.... namun biarlah ia mampu meredakan gejolak rasa yang membelenggu diri selama ini...

 Berbicara dengan pena adalah aku...
Awok 19 Jun 2011 12.23am

Sunday, May 22, 2011

Seloka Untuk Temanku...

Burung enggang terbang melara
Hinggap mari di balik paya
Senyuman dibibir penyejuk jiwa
Pencetus inspirasi mengukir karya.

            Pohon cendana  buah kepayang
            Dihias cantik di dalam sarang
           Teman tertawa mengisi ruang
           Teman menangis milik seorang.

Cantik manis si gadis desa
Siulan teruna tepi jalanan
Indah budi kerana bahasa
Jadi ingatan dalam sanjungan.

            Indah melati dalam jambangan
            Di sunting dara jadi hiasan
            Bertemu berpisah adat kehidupan
            Nilai persahabatan bukan cagaran.

Hinggap merpati di tepi bendang
Mencarik padi di bawa terbang
Biar terpisah menghilang pandang
Hilang di mata di hati sayang.

            Burung jelatik buah kepayang
            Jadi hidangan diwaktu senja
            Hendak menangis menangislah sayang
            Usah dipendam membawa lara.

Indah merpati menguak suram
Cahaya nan indah membelah maya
Teguhkan hati pahat iltizam
Takkan rapuh menempuh duga.

            Burung nuri terbangnya rendah
            Patah sayapnya tepi telaga
            Hati umpama ladang nan indah
            Peliharalah ia harta berharga.

Berarak mega balik pawana
Gugur daunan bayu menujah
Melayu baru tenang mindanya
Takkan gentar arus menerjah.

            Cindai menari balik seroja
            Kuntum menanti gugur ke taman
            Budimu tuan hamba tak lupa
            Jadi ingatan dalam lipatan.

Hinggap kedidi di balik lurah
Janganlah daun menghilir tamu.
Manis senyummu setenang wajah
Kasih tertumpah di wajah ayu.

            Padi huma dipinggir kali
            Tumbuh rumbia tepi kelisa
            Usah dipanjang rajukmu teman
            Kelak merosak hati dan jiwa.

Seikhlas hati…

Andai Bisa

Anda bisa diundurkan waktu... pasti banyak perkara yang ingin diperbetulkan. Yang bengkok akan diluruskan...yang kusut boleh dileraikan....yang buntu dapat dihuraikan.... Namun itu semuanya tak mungkin kan berlaku. Sebabnya?? Hidup ini adalah pilihan... Apa yang berlaku hari ini  adalah pilihan yang kita tentukan sendiri. Setiap dari kita berhak untuk menikmati nikmat hidup yang dipinjamkan kepada kita.... Andai kita memilih untuk hidup dalam kesedihan.. maka kesedihan dan kemurunganlah yang akan menghimpit diri kita.... Namun mampukah kita tersenyum selamanya sedangkan hati sentasa bermuram durja... Kata orang... "Senyum adalah penawar yang paling mujarab".Pilihan ditangan kita. Pastinya andai diberi kekuatan biarlah aku memilih untuk 'tersenyum' selamanya... agar insan disekelilingku mampu tersenyum bahagia.

"Hai hati...izinkan aku untuk terus tersenyum puas..seindah suria yang memancarkan cahayanya..
Hai hati... biarkan  aku tersenyum indah...seperti rembulan menyinari malam.....
Hai hati ...sehiba mana jua kamu....aku ingin tersenyum untuk dunia..."

Andai semalam kita memilih untuk berduka....maka cubalah untuk memilih bahagia hari ini....
Andai semalam kita memilih untu menyendiri... maka kita boleh membina persahabatan esok hari....
Andai semalam kita tidak mempercayai sesiapa... maka belajarlah untuk memberi ruang kepercayaan itu untuk seseorang..

Setiap dari kita belajar dari pengalaman...Tak kiralah pengalaman diri sendiri atau pengalaman insan sekeliling kita... semoga ia mampu jadi ilmu yang mematangkan kita. Ada orang merasakan dunia tidak adil kerana menduganya dengan pelbagai cabaran... Namun bagiku...pengalaman itu satu cabang ilmu...Ilmu yang tak mampu kita temui digedung ilmu. Bagaimana kita melalui dan mengutip segala pengajaran yang berlaku... terpulang kepada diri sendiri...Pengalaman hidup menjadikan kita lebih tabah... kerana sesuatu ujian yang berlaku itu sebenarnya menyedarkan kita agar  tidak alpa dengan kejayaan hidup... Pokok pangkalnya kalau kita redha dengan apa yang berlaku segalanya akan jadi lebih mudah....Allah tidak akan menduga makhluknya lebih dari batas keupayaannya....

Peace begin with smile.
Berbicara dengan pena adalah aku..
Rafidah Kirman

Kau Ada Aku

Teman,
Ada duka diwajahmu tika mentari berlabuh...
Rembulan yang berseri bagai tidak memberi erti..
Cahayamu yang bertebaran jadi sepi...
Keindahan lanteramu lesu tak bertepi...
Aku kebingungan menyuntik inspirasi...

Teman,
Ada duka diwajahmu tika malam mengheret waktu
senyuman yang dihampar jadi berkecai...
Bersama luruhnya perasaan yang tergambar....
Kudrat apakah mampu kuresapkan dijasadmu....

Temanku.....
Apalah daya seorang aku...
andai bisa ditukar ganti biarlah dukamu jadi pengganti...
namun untuk menyaksi wajah dukamu walau dalam ilusi
bagai terhiris belati...
andai mampu biarlah bahagia itu milikmu yang hakiki....

Teman
Aku selalu ingin menjadi bahu agar bisa dijadikan tempatmu bersandar...
tapi semampu bisa ku usir dukaku sendiri....
Aku selalu ingin menjadi lilin yang menerangi kegelapanmu...
walau jalanku kabur dipandangan.....
Aku sentiasa mahu mendengar setiap keluh kesahmu...
biar resah hatiku terlipat kemas dalam dakapan waktu...
Aku sentiasa mahu melihat kau tersenyum bahagia..
kerana itu cukup bermakna bagiku.....

Aku selalu mahu jadi diari catatanmu.
agar terlakar segala kisah suka duka dikanvasku...

Aku mahu kau tahu.....kau ada aku....

Catatanku,
Awok 21052011 10.15pm